Showing posts with label serba serbi wahabi. Show all posts

Beginilah Orang-orang "Wahabi" Menyambut Tamu

, by Unknown


Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah Ta’ala sebagai seorang Rasul, seluruh kebiasaan buruk orang-orang jahiliyah dirubah dengan syari’at Islam yang paripurna. Sedangkan kebiasan-kebiasaan yang sejalan dengan ajaran agama Islam tetap dipertahankan dan dijadikan bagian dari syrai’at Islam. Di antara kebiasaan sekaligus kelebihan bagi bangsa Arab pada masa itu adalah “Ikroomu Ad-Dhoif” atau memuliakan tamu. Di dalam Islam, memuliakan tamu adalah salah satu kewajiban bagi tuan rumah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Selama kurang lebih 4 (Empat) tahun saya tinggal di Madinah untuk belajar, untuk yang pertama kalinya saya bertamu ke rumah Su’udiy (orang Saudi) tadi malam. Itupun karena di ajak oleh seorang kawan yang sudah 6 tahun bermukin di Madinah bertugas sebagai seorang Muadzdzin (orang yang mengumandangkan azan) di Jami’ Ummil Mukminin, salah satu Masjid di kota Madinah Nabawiyah.

“Bang, mau ikut ke rumahnya Syeikh Sulthon ndak?” Tanya kawan saya yang saat ini Beliau juga sedang menyelasaikan belajarnya di Ma’had Harom Nabawi.

“Hmmm..Boleh.” Jawab ku singkat setelah bergumam beberapa detik, memikirkan tawarannya “No” or “Yes”.

“Setelah Isya langsung ya.” Tambahnya.

Shohibul bait adalah salah satu dosen pasca sarjana di Fakultas Dakwah wa Ushuluddin, Universitas Islam Madinah KSA. Beliau juga lah yang ‘merekrut’ dan ‘memboyong’ kawan saya untuk tinggal di Saudi dan memintanya untuk menjadi Muadzin di Sini.

Tidak lama setelah sholat Isya, kami berdua pun langsung beranjak pergi menuju rumah Syeikh yang tidak terlalu jauh untuk ditempuh dengan jalan kaki. Tidak lama berjalan, tiba-tiba ada kawan lain yang datang dengan mobilnya untuk menjemput kami. Nah, beliau inilah yang awalnya menyampaikan undangan Syeikh. Setibanya di depan rumah Syeikh, kawan saya menelpon, mengabarkan bahwa kami sudah sampai sekaligus mewakili ucapan izin kami yang menjadi salah satu adab dalam bertamu.

Selang beberapa detik, tuan rumah yang tidak lain adalah Syeikh sendiri yang membukankan kami pintu. Menyambut tamunya sehangat mungkin sebagaimana layaknya orang-orang Saudi ketika bertemu dengan saudaranya. Macam-macam kalimat yang keluar dari lisannya; “Ahlan”, “Kaifa haluk”, “Kaifal umuur”, “tafadhdhol”, “Marhaban”, “Kaifa dirosah”, dan seterusnya yang dibarengi dengan senyum yang terukir di wajah Arabnya.

Kami bertiga pun dipersilakan masuk ke ruangan tamunya. Yang pertama kali beliau lakukan adalah memberikan kami hadiah berupa buku karya beliau sendiri. Buku pertama adalah “Juhuudu Al-Jaami’ati Al-Islaamiyyati Fii Majaali Ad-Diroosaat Al-Istisyrooqiyyah”, yang kedua “Al-Istisyrooq Al-Faronsiy Wa As-Siiroh An-Nabawiyyah”, dan yang ketiga “Al-Mujtama’ As-Su’uudiy wa At-Taghyiir” karya Dr. Muhammad bin ‘Abdillah As-Salumiy. Dari judulnya, sepertinya beliau ini adalah dosen yang ‘takhoshshush’ atau fokus dibidang orientalisme.

Sambil menunggu tamu beliau yang lain, kami disungguhkan dengan kopi khas Arab, kopi yang mesti diseruput dengan kuma sukkari agar rasa pahitnya tidak membuat kening berkerut. Hal yang menarik bagi saya pribadi dari cara orang-orang Saudi ketika menjamu tamunya adalah mereka sendiri yang menuangkan minuman dari teko/ceret ke dalam gelas dan ‘bergerliya’ dari satu kursi ke kursi lainnya tempat tamunya duduk.

Ketika kawan saya ingin memberikan isyarat ingin membantu dan menggantikan posisi syeikh untuk menuangkan kopinya,

“Syeikh, biar ana yang nuangin.” Ujar kawan saya yang juga bertugas sebagai muadzin di Masjid tidak terlalu jauh dengan masjid kawan saya yang pertama.

Mendengar tawaran tsb, Syeikh malah berkata :
“Saya bisa ko’..!”

Jawaban yang membuat kami semua tersenyum.

Di sela-sela obrolan kami, syeikh memberikan nasihatnya. Nasihat berharga bagi penuntut ilmu yang kerdil seperti kami. Nasihat untuk selalu Ikhlas, menghiasi diri dengan akhlak mulia, dan memperbaiki Iman dengan amal dan ibadah kepada Allah subhanahu wa Ta’ala sebagai bekal untuk berdakwah nanti.

Setelah semua tamu beliau datang, kami dipersilakan untuk masuk ke ruangan lain yang dikhususkan untuk makan. Lagi-lagi saya dibuat terkagum-kagum, lagi-lagi dengan tangan Syeikh sendiri beliau menuangkan nasi dan lauknya yang sudah dihidangkan ke dalam pring kami masing-masing. Sebelumnya, beliau juga telah menuangkan makanan pembuka khas arab yang mereka sebut dengan ‘Syurbah’. MasyaAllah, saya pribadi merasa dilayani oleh istri sendiri ketika di rumah, hehehe. Beliau benar-benar memuliakan tamunya dengan sepenuh hati, semua pelayanan dilakukan sendiri; membuka pintu sendiri padahal beliau punya pembantu, menuangkan minuman dan makanan sendiri untuk tamu-tamunya. Dan yang tidak kalah luar biasanya adalah Beliau juga mengajak supirnya untuk makan bersama kami. Allahu Yubaarik Fiikum Ya Syeikh..!

Demikian, pengalaman pribadi yang menurut saya layak untuk dibagikan kepada orang lain. apatah lagi kepada orang-orang yang selalu sinis pada Negara Saudi secara umum dan para ulamanya secara khusus. Negara yang disebut dan dijuluki wahabi. Julukan yang disematkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tujuannya hanya satu, memalingkan kaum Muslimin dari kemurnian agam Islam yang usung kembali oleh Syeikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab sebagaimana yang pernah diusung oleh para Nabi dan Rasul sholatullahi wa salamuhu ‘alaihim dalam mendakwahkan tauhid.

Semoga ada manfaatnya.
______________
Madinah Nabawiyah 07 Sya’ban 1437 H.

Ibnu Hilmy Hedi Kurniadi Sambasiy
read more

Dasar Wahabi..!! Mereka Memang Tidak Tahu Toleransi..!!

, by Unknown


Berikut ini, akan kami paparkan, pengalaman seorang teman yang dituturkan pada saya melalui WA perihal ketidak toleransian orang-orang saudi, dengan wahabi mereka dijuluki. Selamat menyimak..

“Waktu kami sedang berada di Masjid Ar-Rahmah atau dahulu dikenal dengan Masjid Fatimah atau populer di kalangan kaum muslimin Indonesia dengan Masjid Terapung, Jedah, Saudi Arabia. Setelah menikmati pantai Laut Merah dengan matahari tenggelamnya, kami menunaikan shalat magrib berjamaah.

Karena kami musafir, maka setelah menyelesaikan shalat kamipun beranjak untuk menjama’ shalat isya. Majulah seorang bapak (dari Indonesia juga) untuk menjadi imam, namun kami dipanggil oleh beberapa warga Saudi untuk ikut berjamaah, kamipun mendekat.

Namun terjadi sedikit keributan kecil, sebab bapak-bapak Saudi hendak shalat magrib dengan imam salah seorang dari mereka dan telah maju. Sementara bapak-bapak Indonesia menolak untuk bermakmum kepadanya karena akan shalat isya.

Salah seorang bapak Saudi dengan pelan menjelaskan bahwa itu tidak masalah sambil menerangkan tata-caranya.
Akan tetapi bapak-bapak Indonesia tetap menolak, akhirnya bapak Saudi yg tadinya hendak jadi imam (dari penampilannya, tampak seperti orang berilmu) pun tersenyum dan berkata,

“Jika demikian silahkan bapak jadi imam dan shalat isya dan biar kami yang mengikuti.”

Akhirnya keributan kecil pun reda dan shalat berjamaah berjalan lancar. Alhamdulillah.”

Allaahu Akbar..!!
Begitulah kiranya “ketidak toleransian” (dengan tanda petik) orang-orang saudi, wahhabi katanya, Seringkali mereka dicap sebagai kaum yang semena-mena. Sekelumit kisah di atas adalah salah satu bukti bahwa tuduhan orang-orang yang benci pada semua yang berbau saudi, tuduhan hoby dan senang memecah belah ummat tidak serta merta benar adanya.

Lihatlah..!! Camkan secara seksama..!! Bagaimana mereka lebih mementingkan persatuan dari pada perpecahan dan keributan. Orang saudi yang sudah siap diposisi imam rela mundur dan mempersilakan orang indonesia untuk menggantikan posisinya. Sekali lagi, ini mereka lakukan demi persatuan jamaah kaum muslimin.

Kejadian serupa juga pernah saya alami, masih di masjid yang sama, masjid terapung. Akan tetapi kisah saya pribadi ini akan menampakkan siapa sebenarnya yang senang memecah belah ummat. Begini kisahnya,

“Seperti biasanya, jamaah umroh yang hendak kembali ke tanah air melalui bandara Jeddah, Saudi Arabia, mereka akan menyempatkan diri untuk singgah di masjid terapung. Saat itu, kami tiba sebelum sholat dzhuhur, maka setelah waktu sholat tiba kami dan para jamaah asal Indonesia lainnya menunaikan sholat dzuhur secara berjamaah. Namun sangat miris melihatnya, ternyata setelah selesai sholat di belakang kami ada jamaah lain asal Indonesia yang membuat jamaah baru sebelum sholat usai. Tak hanya itu, belum selesai mereka sholat, datang lagi jamaah asal Indonesia ingin membuat jamaah baru, akan tetapi Alhamdulillah dapat dicegah oleh orang Saudi dan menyuruh mereka untuk menunggu jamaah tadi selesai. Namun di posisi lain di dalam masjid, ada lagi jamaah lain asal Indonesia yang tidak sabar untuk menunggu dan segera menunaikan sholat, akhirnya dalam satu masjid ada beberapa jamaah yang sholat sendiri-sendiri, Allahul Musta’an..”

Maka sebenarnya yang suka memecah belah jamaah itu siapa, pak..?! yang hoby memecah belah ummat siapa, kiai..?! anda atau orang-orang wahhabi..?!


Maka, silakan direnungkan..!! Semoga ke depan tidak ada istilah-istilah wahabian yang menyudutkan orang-orang yang istiqomah menerapkan syariat Islam.
________
MED, 29|03|1436 H.
read more

Berdzikir Saat Mengantri

, by Unknown

“Ritual” mengantri di Saudi merupakan perkara yang lazim, tidak bisa tidak. Mungkin salah satu faktornya ialah kunjungan kaum muslimin dari berbagai penjuru negeri yang tiada henti. Tak ayal deretan-deretan manusia bak kereta api yang bersambung dari satu gerbong ke gerbong lainnya akan anda saksikan sekaligus rasakan; di toilet, di rumah makan siap saji (seperti Al-Beik), di dalam terminal saat membeli tiket bus, di gerai telekomunikasi ketika ingin membeli kartu perdana seluler, di kantor pengiriman uang (seperti di enjaz), saat pembagian snack atau nasi saat musim haji, dst.

Nah, di tempat-tempat umum seperti itu biasanya ada stiker kalimat-kalimat thoyyibah yang ditempel di dinding atau tiang seperti :

سبحان الله
والحمد لله
ولا إله إلا الله
الله أكبر

Atau ajakan untuk bersholawat, dst.

Tak terkecuali di pom bensin yang ada di kawasan wadi ‘aqiq dekat dengan kampus univ. Islam Madinah, perhatikan gambar dibawah, anda akan melihat kalimat yang mengajak pengendara mobil yang ingin mengisi bensin atau siapa saja yang melewati pom tsb untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala,

لا تنس ذكر الله

 “JANGAN LUPA DZIKIR (MENGINGAT) ALLAH..!!”

Sebelum kalimat ajakan untuk berdzikir tsb ada tulisan :

لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين

Allaahu Akbar..!!
Sekilas memang tanpak remeh, tapi stiker-stiker seperti itu mengandung faidah yang melimpah :

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Wahai orang-orang yang beriman Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS.Al-Ahzab : 41-42)

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman, yang artinya,

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (TQS. Al-Ahzab : 35)

Satu ketika, seorang arab badui datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata :

يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ ، فَأَنْبِئْنِيْ مِنْهَا بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ ؟ قَالَ : لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak pada kami. Beritahukanlah kepada kami sesuatu yang kami bisa berpegang teguh kepadanya ?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah lidahmu senantiasa berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dishohihkan oleh Al-Albaniy)

Selain itu, orang yang menempel stiker-stiker tsb juga akan kebanjiran pahala karena telah menunjukkan orang lain untuk berdzikir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من دل على خير فله مثل أجر فاعله

“Barang siapa yang menunjukkan (orang lain) kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan ganjaran seperti orang yang mengerjakannya.” (HR.Muslim)

Ya..beginilah kondisi negara yang seringkali disalahkan, dicaci maki, dijuluki wahabi, tanduk setan dari nejd, pemecah belah ummat, dan laqob-laqob buruk lainnya.

Kembali saya tanyakan, apakah tuduhan-tuduhan seperti itu 100% benar adanya..?!

Silakan dijawab lagi dengan hati yang lapang selapang mata memandang..!!

Sekian, semoga ada manfaatnya..

__________

MED,23|03|1436 H.



read more

Suasana Pom Bensin di Saudi Saat Waktu Sholat Tiba

, by Unknown

Maaf saja, ini bukan masalah harga bensin naik atau turun. Bukan pula masalah untung atau rugi. Tapi ini masalah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, tiang agama, pokok ke-2 ajaran Islam, dan amalan yang pertama kali dihisab,

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)

بُنِيَ الإسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ, وَحَجِّ الْبَيْتِ, وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun atas lima pekara : Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, melaksanakan ibadah haji, dan berpuasa Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim)

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَاةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ
“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi, dishahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2571)

“Ash-sholah..ash-sholah..wa maa malakat aimaanukum..!!”

Begitu kiranya pesan kekasih kita, baginda Rasul Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjelang wafatnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sepertinya sangat menghiraukan ummatnya; risau jika mereka meremehkan urusan sholat, khawatir jika ummatnya meninggalkan sholat. Dan ternyata memang benar, kebimbangan beliau saat itu dapat kita rasakan saat ini. Di antara kaum muslimin banyak yang tidak sholat sama sekali, ada yang 2 tahun sekali (‘Idul fitri dan ‘idul adha), ada pula yang 1 pekan sekali (sholat jum’at), Allahul Musta’aan..!!

Adapun di sini, di negara Saudi, kata orang sih wahabi, shalat berjamaah masih terjaga. Setiap waktu sholat; tempat-tempat perbelanjaan, di bandara, di ruang tunggu bis, seketika menghentikan aktifitasnya. Karpet panjang yang digulung kembali dihamparkan. Ya, karpet-karpet untuk sholat yang memang sudah disiapkan. Satu demi satu orang berdatangan untuk menjalankan sholat secara berjamaah, tak terkecuali di pom bensin.

Saat kami melakukan perjalanan ke Jeddah 2 hari yang lalu (tanggal 15 Rabi’ul Awwal 1436 H.) ketika si supir ingin mengisi bensih, terpaksa ia harus menunggu lama. Mengapa? Sebab waktu sholat maghrib sudah tiba, lampu pom bensin dimatikan, tempat pemberhentian mobil yang ingin mengisi bensin direntangkan rantai, karena tempat tsb akan dijadikan tempat sholat berjamaah. Para karyawan pom bensih, penjaga toko, pekerja bengkel berduyun-duyun memenuhi shof yang telah disediakan, Allahu Akbar..!!

Negeri wahabi yang begitu ditakuti fitnahnya oleh sebagian orang ternyata sangat menjaga sholat berjamaah.
Pertanyaannya sekarang adalah, benarkah masyarakat yang sangat menjaga sholat berjamaah ini koleganya yahudi, amerika? Benarkah fitnah tanduk setan yang selalu dilontarkan ke Negara Saudi? Benarkah mereka suka memecah belah kaum muslimin?

Silakan dijawab dengan hati yang lapang..!! Hati yang terbebas dari racun hasad, virus kebencian..!!
Na’am..
________
MED, 17 Rabi’ul Awwal 1436 H.

Ket. Gambar kami ambil setelah selesai sholat. Masih ada satu orang yang ketinggalan. Lampu sudah dihidupkan, rantai penghalang sudah dilepaskan sehingga taxi bisa masuk.

read more

Langit Negeri Saudi di Tahun Baru Masehi

, by Unknown


Malam ini,
Disaat orang-orang (baik di Negara mayoritas muslim atau kafir) sedang bekumpul bersama, bersuka cita menunggu pergantian tahun baru masehi.

Disaat pemuda pemudi bersorak gembira menyambut kedatangannya, diantara mereka ada yang berpasangan-pasangan dan siap melancarkan aksi busuk nan keji.

Disaat di seluruh sudut kota bahkan di pelosok-pelosok desa, kaum muda mudi berpesta pora, pawai dengan sepeda motor, hingar bingar dengan suara knalpot buruknya, riuh dengan suara terompetnya, berkumpul sambil meneguk tuak (khomr) yang merusak diri.

Dilain sisi, bagi masyarakat yang memilih untuk diam di rumah, merasa sangat terganggu (apalagi yang memiliki anak kecil) dengan suara petasan, terompet, suara knalpot, klakson, dst. Tidurpun jadi tidak tenang, syukur-syukur tidak jantungan.
Malam ini,
Tak ada yang istimewa, 
Langit terlihat bersahaja,
Hanya ada sinar rembulan, serta gemerlap bintang,
dan itu lebih indah dari kembang api dengan berbagai macam warna dan rupa.

Malam ini,
Di Saudi, negeri yang dikatakan wahabi oleh sebagian orang, seperti tahun-tahun yang sudah berlalu; jalan-jalan sepi, tidak ada keramaian sama sekali, tidak ada kembang api, tidak ada suara terompet, tidak ada muda-mudi bergandeng tangan berdua-duaan kemudian melakukan perzinahan, tidak ada pemuda-pemuda yang berkumpul lalu bersama-sama minum khomr, dan keburukan-keburukan yang biasa terjadi pada malam tahun baru.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjajikan kepada kaum muslimin yang menyembah dan beribadah hanya kepada-Nya dengan rasa damai aman sentosa,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman diantara kalian dan mengerjakan amal shaleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, SETELAH BERADA DALAM KETAKUTAN MENJADI AMAN SENTOSA. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur : 55)

Alhamdulillah, untuk yang yang ke-3 kalinya kami bisa menikmati ketenangan malam tahun baru. Semoga Allah Ta'ala menjaga para pemimpinnya, juga pemimpin kaum muslimin lainnya, dan memberikan mereka taufiq-Nya untuk melarang rakyatnya agar tidak ikut-ikutan merayakan tahun baru kaum yahudi dan nashrani.

Tak sengaja, saat browsing mencari kabar perayaan tahun baru di Saudi Arabia, saya malah menemukan ini :


السعودية
تحظر المملكة الاحتفال بليلة رأس السنة الجديدة في المملكة السعودية لأسباب دينية . بيع البضائع المتعلقة بالاحتفالات مثل الزهور والدمى هو أيضًا غير قانوني

(Negara Saudi)
“Pihak Kerajaan melarang keras perayaan malam tahun baru masehi di kerajaan Saudi Arabia karena alasan agama. Menjual barang-barang yang berkaitan dengan perayaan; seperti bunga-bunga (kembang), boneka tiruan juga termasuk perkara yang tidak diperbolehkan (ilegal).”

Nah, seharusnya sebagai antek yahudi, antek amerika, Saudi ikut merayakan perayaan tahun baru masehi, bukan malah melarang. Lantas sebenarnya yang antek yahudi itu siapa..?! mikir..!!

Sekian, semoga tidak ada istilah wahabi-wahabian lagi diantara kita.

Terakhir, saya tautkan kemeriahan malam tahun baru masehi di kota Riyadh : http://www.youtube.com/watch?v=vbRu2QmLF-s
Selamat menyaksikan..
___________
MED, 09/03/1436 H.


Ket.
Gambar suasana kota Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di atas kami ambil dari jam 11.58 hingga 00.10, tidak ada bekas kembang api sama sekali.
Pemandangan jalan raya kota 
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

Tidak ada keramaian sama sekali
Jalan Sulthonah adalah salah satu pusat keramaian 
kota Madinah, tapi sepi di tahun baru masehi.
read more

BBM & BERKAH NEGERI "WAHABI"

, by Unknown

Diantara faktor utama kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat ialah mengembalikan semua urusan kepada Robb alam semesta, Allah 'Azza wa Jalla.

ولو أن أهل القرى آمنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركات من السماء والأرض

“Sekira penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, niscaya akan kami limpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (Q.S. Al-A'rof : 96)

Artinya apa? Hendaknya kaum muslimin benar benar beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, Robb yang mengatur segala-galanya, tidak ada peristiwa sekecil apapun yang terjadi di muka bumi ini melainnya atas kehendak-Nya, tak terkecuali soal bahan bakar minyak (BBM).

Selanjutnya, bertaqwalah kepada Allah dalam segala hal, sebab ketaqwaan seorang mukmin kepada Robbnya adalah kunci keberhasilan, jalan keluar dari segala kesulitan.

ومن يتق الله يجعل له مخرجا و يرزفه من حيث لا بحتسب

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya akan diberikan jalan keluar (dari segala kesulitan), dan akan diberikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.” (Q.S. At-Tholaq : 2)

Ahibbatii fillah...

Bukankan karena ketakwaan Ibunda Siti Hajar buah kurma jatuh bergelimpangan di atas tanah dari dahan yang tak berbunga..?!

Bukankah karena ketakwaan Ibunda Siti Hajar padang pasir yang tandus terpancar mata air zam zam yang keberkahannya dapat kita rasakan sampai detik ini..?!

Bukankah karena ketakwaan dan do'a Nabi Allah Ibrohim 'alaihissalam yang menjadikan negri "wahabi" (Mekah) ini aman, serta buah buahan yang melimpah..?!

رب اجعل هذا بلدا آمنا وارزق أهله من الثمرات من آمن منهم بالله واليوم الآخر

“...Ya Robb, jadikanlah (negri) ini negri yang aman, dan anugerahkanlah penduduknya dengan buah buahan bagi siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (Q.S. Al Baqoroh : 126)

Di bawah ini adalah gambar pom bensin saudi (tak semegah pom bensi di indo, tapi yang penting isinya bro) yang berada tidak jauh dari kampus kami, universitas wahabi, eh universitas Islam Madinah maksud saya. Fotonya masih anget (pisang goreng kali yang anget) baru malam ini di ambil saat kami ke warung makan, pas sekali dengan moment kenaikan BBM yang ada di negeri kita, Indonesia.
Di sini, alhamdulillah untuk mendapatkan satu liter bensin kualitas pertamax hanya 'dibandrol' 49 halalah (sekitar Rp.1500, ada pula yang 60 halalah (sekitar Rp.1800 dst).

Tentunya ini adalah salah satu keberkahan dari dalam bumi yang Allah Ta'ala limpahkan kepada negeri yang di juluki wahabi ini, negeri tauhid, negeri yang menjadikan al Qur'an dan al Hadits sebagai aturan (meski masih terdapat kekurangan), negeri berkumpulnya pewaris Nabi yaitu para ulama robbaniy roosikhuuna fil 'ilmi.

Silakan bandingkan dengan negeri yang (sebagian kecil dari) penduduknya hanya bisa mencaci, menggelari negeri ini dengan istilah wahabi.

Akhirnya saya katakan :
"Gimana? Masih enak hidup di negeri saudi wahabi tho..?!"


58,34 liter bensin jenis partamax plus hanya
dengan 35 real (sekitar 100.000 rupiah lebih)





Kalau bangunan, pom bensin di Indonesia jaaauh 
lebih keren jika dibandingkan dengan pom bensin yang ada di Saudi,
Jarang sekali pom bensin yang lebih bagus dari gambar ini.
Tapi isinya bro...he..he..


__________
MED, 26|01|1436 H.
Hedi Kurniadi bin Helmi bin Su'ud


read more

Sakit Jiwa Disaat Haji

, by Unknown



(kisah nyata dari salah satu petugas kesehatan haji)

Melihat ka'bah musyarrofah ketika haji atau umroh merupakan impian bagi setiap muslim/ah. Tak terkecuali bagi kaum muslimin indonesia yang jumlahnya paling banyak jika dibandingkan dengan negara lain.

Di indonesia sendiri, untuk pergi haji harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit ditambah masa penantian yang panjang tentunya akan membuat hati begitu bergembira bila waktu haji atau giliran yang ditunggu telah tiba.

Seorang jamaah haji asal sambas kalimantan barat pernah meluapkan kegembiraannya ketika ia melihat namanya tercantum dalam daftar jamaah haji tahun ini, padahal jatah keberangkatan yang sebenarnya adalah tahun depannya lagi.  Sujud syukur tanda terima kasih yang tak terkira, air mata bercucuran karena tak lama lagi akan melihat ka'bah yang mulia, bersimpuh di depannya, bermunajat kepada Sang Pencipta, Allah 'Azza wa Jalla.

Tapi..Bagaimana jadinya jika impian yang sudah di depan mata sirna seketika. Berikut ini akan saya ceritakan kisah singkat yang begitu memilukan.

Ketika saya dan 2 orang teman lainnya duduk duduk di samping hotel daarut tauhid yang terletak kurang lebih 50 meter dari masjidil harom diantara waktu maghrib dan isya, tiba tiba seseorang dengan gelang besi (tanda jamaah haji) yang melingkar di lengan tangan kanannya menyalami kami.
Bermula dari kejadian seorang jamaah asal mesir di muzdalifah yang saya ceritakan, kejadian yang menyedihkan dimana saat itu tak sehelai kain ihrom pun melekat di tubuhnya kecuali cawat yang menutupi kemaluannya (maaf).

Lalu jamaah yang datang tadi lantas menyaut dan mengatakan bahwa jamaah asal indonesia juga banyak yang mengalami kejadian aneh. Ya..sangat aneh bagi saya, disela jamaah asal jogja yang ternyata seorang perawat di rumah sakit khusus jamaah haji indonesia ini menuturkan kejadian nyata yang di lihatnya, lisan saya tak henti hentinya berucap, "Allahul Musta'an", sesekali beristighfar disertai gelengan kepala. Mengapa..?! Sebab ternyata ada 30 puluh orang lebih mengalami sakit jiwa/linglung, setengah gila.

Perawat ini mengatakan bahwa jamaah yang mengalami kelainan jiwa seperti itu pertama kali mereka alami secara tiba tiba di saat mereka turun dari pesawat di bandara jeddah, saudi arabia. Sampai detik ini tanggal 15 dzulhijjah mereka SAMA SEKALI TIDAK MELIHAT KA'BAH, Allahu Akbar..!!
Petugas kesehatan itu juga mengatakan bahwa orang orang yang mengidap kelainan mental seperti itu setelah pulang ke tanah air akan berangsur sembuh, Allahul Musta'an..

Kiranya amalan apa yang pernah mereka lakukan selama ini, amalan yang membuat mereka terhalang dari melihat ka'bah, mengelilingi ka'bah, mengisyaratkan tangan ke arah hajar aswad yang ada di ka'bah, sholat sunnah dua rakaat di belakang maqom Nabi Ibrohim 'alaihissalam yang berada disamping ka'bah..?!

Saudara ku kaum muslimin -semoga Allah memberikan kalian kesempatan untuk melihat ka'bah-, bertaubatlah dari semua dosa yang pernah kita lakukan. Dosa-dosa yang dapat menghalangi kenikmatan dalam beribadah, dosa-dosa yang membuat hati jauh terlempar dari hidayah Allah. Bertaubatlah sebelum nyawa kita berada di tenggorokan.

Semoga kisah singkat nan nyata ini bermanfaat bagi kita semua, menjadi pelajaran berharga yang mungkin jarang kita dengar di media,
silakan di share kepada orang orang yang ingin menunaikan umroh atau haji agar mereka dapat mempersiapkan hati yang telah diselimuti salju taubat.
Sekian, wa shallallahu 'ala Nabiina Muhammad صلى الله عليه وسلم
_________
Mekah, 15/12/1435 H
Diedit ulang di Madinah, 10 Muharrom 1436 H.
read more

Kisah Cinta Mereka Berakhir di Negeri Wahabi, Di Musim Haji..

, by Unknown


Meninggal dunia di negeri yang menerapkan Syari'at Islam, dan disholatkan oleh orang-orang yang memurnikan tauhid merupakan keistimewaan tersendiri bagi sebagian jamaah haji. Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

 مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ َيمُوْتُ فَيَقُوْمُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُوْنَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُوْنَ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللهُ فَيْهِ

“Tidaklah ada seorang muslim meninggal dunia lalu ada empat puluh orang yang tidak mempersekutukan sesuatu dengan Allah menyolatkan jenazahnya melainkan Allah akan memberikan syafaat kepadanya melalui mereka”. 

[HR Muslim: 948, Abu Dawud: 3170, Ahmad: I/ 277-278 dan al-Baihaqiy. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih].

Semoga sepasang kekasih ini termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat seperti hadits di atas.

Mereka berdua adalah pasangan suami-istri, jama'ah haji asal Magelang yang memulai membangun cita-cita untuk pergi haji dengan menabung sejak lama dari hasil panen padi. Salah satu dari mereka bertutur bahwa semenjak zaman pak SBY, harga gabah naik sehingga sangat membantu pelunasan biaya haji. Makanya mereka sangat berterima kasih kepada bapak mantan presiden kita itu. Meskipun sebetulnya mereka mendapat jatah haji pada tahun 2020-an sekian, akan tetapi karena sudah cukup sepuh (Mbah Syakroni sekitar 90an tahun lebih, dan istrinya 80 tahun lebih), maka dimajukan menjadi musim haji tahun ini (1435 H / 2014 M).

Ketika di Asrama Haji Donohudan Solo, sebenarnya mbah Syakroni sudah dalam keadaan sakit dan kurang memungkinkan untuk diberangkatkan ke tanah suci. Namun beliau akhirnya tetap berangkat setelah tertunda beberapa hari untuk beristirahat. Singkat cerita, setelah menjalankan serangkaian manasik haji, ketika di Mina yang mana merupakan bagian akhir dari rangkaian ibadah haji, mbah Syakroni akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir, rahimahullah. Info yang kami dapatkan, jenazahnya dishalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Makkah.

Mbah Istiqamah pun mengatakan sudah remen (rela, ikhlas) kalau suaminya diwafatkan di tanah haram yang mulia ini. Menurut pengakuan dokter yang menangani Mbah Syakroni, beliau memang bukan tipe orang yang suka mengeluh dengan penyakitnya.

Pada suatu sore di maktab (hotel), mbak Imronah, paramedis kloter 66 melayani para jamaah yang mengalami keluhan kesehatan. Percaya atau tidak, datang seseorang yang cukup sepuh yang wajahnya persis mbah Syakroni membawa buku kesehatan jamaah (buku hijau) atas nama Syakroni. Meskipun heran, mbak Imronah tetap mencatat keluhan pasien, dan diberi obat, tak lupa diisikan di daftar pengunjung, nama pasien dan nomor paspor, yang belakangan setelah dicek ternyata berbeda dengan nomor paspor mbah Syakroni, tapi juga tidak terdaftar di SISKOHAT (Sistem Informasi Haji), sehingga tidak diketahui siapa sebenarnya pemilik nomor paspor itu.

Malam harinya di kamar mbah Istiqamah, beliau berkali-kali bangun. Namun setiap bangun beliau berdzikir dan menghafal surat-surat dalam Al Quran. Sampai menjelang subuh barulah beliau tidur. Sedangkan jamaah ibu-ibu lainnya yang satu kamar dengan beliau semua ke Masjidil Haram untuk shalat. Sepulang dari shalat, mbah Istiqamah terlihat tertidur di lantai dengan menghadap kiblat. Tadinya tidak mau dibangunkan, tapi pada akhirnya mereka mencoba membangunkan namun ternyata beliau telah wafat, rahimahallah. Jenazah beliau pun dimandikan, dan dishalatkan di Masjidil Haram.

Begitulah kisah indah suami istri yang sehidup semati. Naik haji bersama, dan meninggal dalam waktu yang hampir bersamaan dalam keadaan yang insya Allah husnul khatimah, aamiin.
_______________
Madinah, 08 Muharrom 1436 H

Ket. Kisah nyata ini diceritakan oleh sahabat kami, salah satu jamaah asal megelang yang satu kloter dengan mbah syakroni dan mbah istiqomah.


read more