Facebook, Antara Cinta dan Air Mata

, by Unknown



Bismillah walhamdulillah, ash-sholatu wassalamu ‘ala Rosulillah,

Kawan, –semoga Allah selalu menjaga kalian-
Sengaja ku goresakan rangkai kata ini, sebagai ungkapan cinta kita, cinta karena Allah Ta’ala, cinta yang berporos dari hati ke hati, terlahir dari ketaatan mu pada Robb yang menguasai langit dan bumi...

ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان، أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله، وأن يكره أن يعود في الكفر كما يكره أن يقذف في النار

“Tiga perkara yang jika ada pada diri seseorang niscaya ia merasakan manisnya iman, yaitu : Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain; dan mencintai seseorang tidak lain hanya karena Allah serta tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dicampakkan ke dalam api Neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Kawan, –semoga Allah selalu menjaga kalian-
Ku wasiatkan pada diri, juga untuk mu, kawan.
Wasiat tuk memperbanyak bekal kembali ke kampung halaman yang abadi,
menjaga diri dari segala yang dilarang tuk dilakoni,
berusaha menunaikan perintah hingga maut menghampiri,

وتزودوا...فإن خير الزاد التقوى

“Dan berbekal lah..!! sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqoroh : 197)


Kawan, –semoga Allah selalu menjaga kalian-
Izinkan daku tuk mengingatkan,
bahwa semua yang pernah kita perbuat akan diminta pertanggung jawaban,
tak ada satu pun yang akan terlewatkan;
mata, telinga, tangan, kaki, lisan, hati, apa yang telah dilakukan...?!

إن السمع و البصر و الفؤاد كل ألئك كان عنه مسئولا

“Sesungguhnya pendengaran, pandangan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (QS. Al-Isro’ : 36)


Termasuk dalam kancah per-facebook-an ini, kawan...
Semua yang kita saksikan, status yang kita tulis, komentar yg kita lontar, akan dihisab dihadapan Robb Yang Maha Adil lagi Maha Teliti.
Segalanya tersingkap dengan nyata, takkan ada yg tersembunyi.
Beruntung lah orang-orang yg beruntung (mereka adalah orang-orang yang tidak menulis dan berkomentar kecuali kebaikan), dan merugilah orang-orang yg merugi (mereka adalah orang-orang yang berdusta, menfitnah, mencaci-maki, dst)

فأما من أوتي كتابه بيمينه فسوف يحاسب حسابا يسيرا
وأما من أوتي كتابه بشماله فيقول يا ليتني لم أوت كتابيه

“Adapun orang yang diberikan catatan amalnya (selama di dunia) dari sebelah kanannya, maka akan dihitung dengan perhitungan yang mudah.” (QS. Al-Insyiqoq : 7-8)

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” (QS. Al-Haqqoh : 25)


Dengan begitu, berhati-hati lah dalam menoreh status,
pilih kata-kata yg halus,
tinggalkan kalimat ketus,
jika tidak, maka diam lebih bagus.
                  
من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليقل خيرا أو ليصمت

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam.”  (Muttafaq ‘alaih)


Ingat kawan, seorang muslim belum dikatakan sepenuhnya beriman sampai saudara-saudaranya selamat dari lisan dan tangannya.
Oleh sebab itu, status atau komentar yang kita rilis pastikan ianya selamat dari menyakiti orang lain, menghina, mencela, dan lain sebagainya.
       
المسلم من سلم المسلمون من لسانه و يده

“Seorang muslim itu ialah manakala kaum muslimin selamat dari (keburukan dan gangguan) lisan dan tangannya.”  (HR.Muslim)


Kalau kita cermati lebih jauh, maka sebuah tulisan ibarat lisan tak berbunyi, yang terbentuk dari jari jemari.
Maka ia lebih berbahaya dari tusukan lisan, serta lebih menyakitkan dari tonjokan tangan.
Betapa banyak hati yang hancur karena sayatan sepotong kalimat tak berperasaan.
Cacian,makian, dapat diketahui banyak orang, yaa...sedikit banyak menampakkan jati diri yang mengatakan.
Kedustaan dapat dipoles menyerupai kejujuran.
Aib yang semestinya tersembunyi, nampak jelas oleh tulisan.

Disisi lain, tulisan yg dihiasi keikhlasan, akan menambah berat timbangan amal perbuatan, merubah gelap menjadi terang benderang, tangis menjadi senyuman, yang tiada serasa berada dihadapan.
Berbahagialah orang-orang yang memiliki kehati-hatian, dalam lisan, tangan, dan tulisan.

إن في التأني السلامة و في العجلة الندامة

“Sesungguhnya pada kehati-hatian terdapat keselamatan, dan pada ketergesa-gesaan terdapat penyesalan.”



Sekian, semoga ada manfaatnya.
wa aakhiru da’waana walhamdulillahirobbil ‘alamiin...
___________________
Terinspirasi dari Syeikhuna ‘Abdul Muhsin Al-‘Abaad hafidzohullah ketika mensyarah Shohih Muslim (kitabul iman)...
disusun dikedingan malam yang panjang, 21/02/1435 H.

0 comments:

Post a Comment