Rapuhnya Senjata Majusi Persia...(menyibak tabir syubhat syiah-semoga mereka kembali pada aqidah ahlu bait) bag.2
Senjata tumpul syiah berikutnya adalah
mengatakan bahwa Abu Bakar membakar 500 hadits miliknya sendiri dan Umar
rodhiallahu ‘anhuma telah membakar hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam yang dicatat oleh para sahabat, sehingga banyak hadits Nabi yang
hilang dan menyebabkan sunni (umat islam) tersesat sampai saat ini.
Lalu untuk mempertajam senjata berkarat milik syiah itu, mereka “konon” menukil perkataannya Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya tadzkirotu al-huffadz, Ibnu katsir, dan al-muttaqi (dan yang terakhir ini saya belum kenalan)
Namun sayang ber-triliun kali sayang dibeberapa tulisan mereka yang saya baca tidak mencantumkan dihalaman berapa dzahabi merangkum hadits tsb, dikitab apa dan di halaman berapa ibnu katsir menyimpan riwayat kisah tsb.
Setelah saya telisik, ternyata memang benar ada dikitab Adz-Dzahabi dan Ibnu
katsir -rohimahumallah-, tapi kawan-kawan ku sekalian-barokallahufiikum-
ternyata senjata mereka selain tumpul dan berkarat juga menjadi “senjata makan
tuan”, dan ini adalah kebiasaan buruk ajaran asal persia ini, menghalalkan
segala cara untuk menumpas sahabat yang mulia Abu Bakar dan Umar rodhiallahu ‘anhuma
(wal’iyaadzubillah)...
camkan baik-baik perkataan Adz-Dzahabi berikut ini :
camkan baik-baik perkataan Adz-Dzahabi berikut ini :
قال الذهبي : إن أبا بكر جمع أحاديث النبي صلى الله عليه وسلم
في كتاب ، فبلغ عددها خمسمائة حديث ، ثم دعا بنار فأحرقها
“Adz-Dzahabi berkata : sesungguhnya Abu bakar mengumpulkan
hadits-hadits Nabi صلى الله عليه وسلم dalam satu kitab, yang jumlahnya mencapai
500 hadits, lalu membakarnya.”
Apakah sampai disitu..?!
Ternyata tidak..!! Mereka sejatinya tidak mengetahui sosok Imam yang jeli ini, beliau merasakan adanya keganjalan sehingga riwayat tsb tidak ditinggalkan begitu saja, seraya berkata :
Ternyata tidak..!! Mereka sejatinya tidak mengetahui sosok Imam yang jeli ini, beliau merasakan adanya keganjalan sehingga riwayat tsb tidak ditinggalkan begitu saja, seraya berkata :
وهذا لا يصح والله أعلم
“Dan (riwayat ini) tidak benar, wallahu ‘alam.”
Tidak hanya Adz-Dzahabi yang menolak kebenaran hadits tsb, tapi juga Ibnu Katsir, perhatikan komentar beliau berikut :
هذا غريب من هذا الوجه جدا، وعلي بن صالح - أحد رجال الإسناد - لا يعرف
“Riwayat dari sisi ini sangat ghorib sekali, dan ‘Ali bin sholih -salah satu rowi hadits- tidak diketahui.”
Begitu pula dengan hadits ‘Aisyah yang juga mereka jadikan senjata ternyata sanadnya tidak shohih karena ada rowi yang majhul.
Selanjutnya mereka menukil hadits al-qooshim bin muhammad bahwasanya Umar membakar hadits-hadits yang telah dibukukan sahabat. hadits ini juga tidak shohih, karena sanadnya yang jelas-jelas terputus antara al-qooshim bin muhammad denga Umar bin al-khottob. karena al-qooshim lahir 13 tahun setelah Umar wafat. Walhasil rapuhlah senjata majusi persia.
wallahuta ‘ala A’lam
______________
kota ahli bait, 18/03/1435 H
Tweet
0 comments:
Post a Comment